8 Cara agar Dia Mendekat ke Kamu

Muaniz – Anda dan dia sudah saling melirik. Semua juga tahu, Anda dan dia memiliki hasrat untuk saling mendekati dan berkenalan. Lalu, mengapa ia masih belum juga mendekati Anda? Apa yang salah? Ada beberapa hal yang membuat pria takut mendekati wanita yang ia incar. Anda selalu bersama “geng” gosip, misalnya. Atau Anda terlihat terlalu jual mahal, bahkan dandanan Anda pun bisa membuatnya menjauh. Berikut adalah 9 tips agar si dia berani mendekati Anda.

1. Jangan membatasi diri dari beragam kemungkinan
Banyak jalan menuju Roma. Banyak cara menemukan si tambatan hati. Jangan terlalu membuat peraturan saklek. Ketika ada teman yang menawarkan jasa “comblang” jangan serta-merta menolaknya. Jika teman ini adalah teman lama yang paham sepak terjang kehidupan romantisme Anda, maka kemungkinan besar dia tahu “tipe” Anda.Anda juga harus fleksibel pada tempat-tempat hangout. Jika Anda terus-menerus menghabiskan waktu bersama teman yang sama, di tempat tongkrongan yang sama, maka pencarian Anda hanya terbatas di tempat-tempat tersebut. Jangan menolak jika diajak kumpul-kumpul, entah itu dengan teman lama, atau teman kantor. Perluaslah koneksi Anda.

2. Jangan takut untuk proaktif
Seorang rekan Kompas.com sudah sekian lama mengagumi seorang pria di divisi lain kantornya. Mereka tak terlalu saling mengenal. Namun, cerita-cerita yang didengarnya perihal si pria membuat si wanita memiliki keinginan untuk mengenal lebih jauh. Rasa malu menghalanginya untuk selangkah lebih dekat dengan si lelaki. Singkat cerita, si wanita akhirnya memberanikan diri untuk mengajak bicara, bertukar alamat Yahoo!Messenger. Kini mereka sedang menjajaki kemungkinan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Terkadang Anda harus lihai mencari celah agar lebih dekat dengan si dia. Sepertinya Anda hanya akan menyia-nyiakan waktu jika tidak mencoba untuk maju.

3. Gerombolan “serigala”
Ya, seperti itulah yang pria pikirkan ketika ia melihat Anda di tengah-tengah “geng” gosip Anda. Ia tak akan berani mencoba mendobrak kerumunan dan “menculik” Anda. Ia juga bisa merasa rendah diri jika Anda berada dalam kumpulan teman-teman yang bisa saja menggosipkan dirinya jika dekat dengan Anda. Jika Anda hanya bersama satu teman saja, ia masih bisa memberanikan diri untuk mencoba mendekat. Karena ketika ia mendekat dan berbincang dengan Anda, teman Anda juga bisa ikut ngobrol dan hal ini mengurangi rasa tegangnya.

4. Jangan berdandan berlebihan
Hati-hati. Terlalu banyak mengenakan makeup atau baju-baju bermerek mahal membuat Anda terlihat seperti wanita yang mahal perawatannya. Wanita dengan perawatan mahal pasti akan sulit diajak “susah”. Wanita semacam ini akan membuat pria-pria menjauh.

5. Jangan jual mahal
Seperti banyak diketahui, pria suka mengejar wanita. Namun, ketika Anda terlihat terlalu eksklusif dan sulit didekati, pria juga malas. Tak ada pria yang senang ditolak. Mau memberikan tanda bahwa Anda tertarik padanya? Cobalah untuk menciptakan sebuah jembatan baginya. Pandang matanya selama 3 detik, lalu lihat ke arah lain. Ulangi lagi setelah itu. Jika si dia memang tertarik, maka Anda memberikan sinyal kepadanya bahwa Anda juga tertarik.

6. Jangan takut salah bicara
Ketika pria yang Anda taksir ada di depan muka, atau ada kesempatan untuk berbincang, jangan gugup. Selama Anda bersikap bersahabat, Anda akan baik-baik saja. Mencoba minta bantuan adalah hal terumum yang kerap dilakukan wanita. Jika Anda dan si dia berada dalam kantor yang sama, bisa mencoba untuk minta tolong dia mengeset listrik atau komputer Anda. Humor juga bisa jadi bahan pembuka pembicaraan.

7. Jadilah orang yang positif
Siapa yang mau berada di sekitar orang yang negatif setiap saat? Mendengarkan keluhan setiap detik, atau mendengarkan caci maki. Nah, cobalah jadi orang yang positif. Melihat hal dari kacamata yang positif. Pria pun akan lebih senang orang yang tidak mengeluh setiap saat.

8. Simak
Ketika Anda gugup, mudah untuk jadi orang yang terlalu sadar akan apa yang akan Anda katakan berikutnya. Padahal Anda bisa saja hanya menanyakan suatu hal pada si dia, dan mendengarkan apa yang ia katakan. Anda justru akan jadi bingung mau bicara apa jika Anda tak benar-benar mendengarkannya. Dari jawaban-jawabannya bisa dijadikan bahan pembicaraan baru. Tunggu beberapa saat setelah ia selesai berbicara, baru berikan komentar atau pertanyaan berdasarkan apa yang baru ia ucapkan.

sumber: http://www.kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s