Tips Banjir: Jangan Paksa Stater Jika Mesin Mati Mendadak

Indah.tk – Pernah melihat semburan air yang memaksa keluar ketika ujung selang yang tengah dialiri air dipampet? Kira-kira, begitulah yang akan terjadi jika Anda memaksa men-stater mobil yang mesinnya kemasukkan air. Jangan main-main. Bila terus dipaksakan, akan terjadi water hammer, yaitu pukulan keras pada ruang bakar yang mengakibatkan kerusakan pada mesin. Misalnya, batang piston bengkok, bahkan piston bisa mengalami pecah.

Sayangnya, banyak pengendara yang melakukan hal seperti di atas ketika tiba-tiba mesin mobilnya mati setelah melibas genangan. Saat banjir tahun lalu, AstraWorld menemukan kasus mobil yang mesinnya rusak sehingga harus di-overhoul (turun mesin).

Kasus di atas menjadi pengalaman berharga. Jika mobil mati setelah melibas genangan jangan paksa men-stater. Kami sarankan untuk melakukan langkah-langkah sederhana namun aman seperti berikut ini:

1. Periksa saringan udara dari kemungkinan basah atau terendam air. Jika terbukti basah, copot saja untuk sementara.

2. Buka stick oli dan lihat apakah warnanya berubah kecoklat-coklatan. Jika ya, berarti oli mesin sudah kemasukkan air, sebaiknya jangan hidupkan mobil sama sekali dan bawa saja ke bengkel. Silakan hubungi CALL AstraWorld di (021) 653 10 000 untuk mendapatkan bantuan darurat. Jika warnanya masih ok, lanjutkan dengan pemeriksaan berikut.

3. Buka semua busi untuk memastikan apakah di dalam silinder terdapat air atau tidak. Untuk mengeringkannya, Anda dapat men-stater berulang-ulang sampai tidak ada lagi air yang keluar lubang tempat busi.

4. Keringkan sistem pengapian dengan lap atau tisu. Misalnya, kabel busi, busi, maupun tutup distributor ((bagi yg masih memakai distributor seperti Toyota Starlet, Kijang di bawah tahun 2003, atau Daihatsu Taruna, dll).

5.Setelah langkah-langkah itu, pasang kembali busi beserta komponen-komponen yang tadi Anda bersihkan. Lalu coba hidupkan mesin dengan men-stater.

Seharusnya mesin dapat hidup seperti semula dan terhindar dari ancaman rusak. Sebab, kerusakan mesin seperti kasus di atas sebenarnya terjadi karena water hammer yang dipicu karena tersedotnya air melalui saringan udara kemudian masuk dan mengalir hingga ke silinder mesin.

Silinder mesin adalah tempat terjadinya kompresi bahan bakar dan udara saat mesin di-stater. Masalah akan timbul ketika yang masuk melalui saringan udara adalah air. Sebab, air tidak menghasilkan pembakaran ketika kompresi berlangsung. Bukan hanya tidak menghasilkan pembakaran, secara teknik perbedaan kompresi pada air jauh lebih tinggi dibandingkan bahan bakar. Tekanan itulah yang mengakibatkan batang piston bengkok, bahkan piston pecah. Makanya, jangan paksakan men-stater jika mesin mati setelah melibas genangan.

sumber: http://www.astraworld.com


Nama Pengirim *
Email *
Dikirim ke:
Nama Teman *
Email *
Komentar

3 thoughts on “Tips Banjir: Jangan Paksa Stater Jika Mesin Mati Mendadak

  1. thanks ……………….
    tipsy bgus, muau nanya ni mas,,,, lw misaly udah nglkui smua tips di atas tapi mesin tetep gk hdup gmana tu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s